About me

Nama Perusahaan : Nahdlatuttujjar

Singkatan            :  Nur

Pengelola             : www.ar-ridwan.com

Tanggal Launcing  : 22 Oktober 2017

 

Keterangan:

Nahdlatut Tujjar adalah toko online yang memiliki sistem berbeda dengan toko online lainnya. ini berbeda dari lapak ataupun iklan baris. ini seperti market place, tapi pemilik toko bertransaksi sendiri. tidak melalui admin web seperti market place lainnya. admin hanya menyediakan tempat, tidak ikut terlibat dalam transaksi. admin juga tidak memberikan jaminan atas transaksi pemilik toko. semuanya murni tanggung jawab masing- pemilik toko.

dari segi sejarah, Nahdlatut Tujjar artinya kebangkitan para pedagang, merupakan gerakan ekonomi yang bertujuan menguatkan sendi-sendi perekonomian rakyat dan berbagai bentuk usaha bersama seperti koperasi dan pengembangan usaha kecil. Sedangkan Tashwirul Afkar atau potret pemikiran adalah gerakan pemikiran yang berfungsi sebagai laboratorium sosial untuk mengembangkan dan menerjemahkan pemikiran-pemikiran Islam sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman yang terus berubah. Dengan demikian, NU sebenarnya bukan gerakan keagamaan dalam arti yang sempit, tetapi juga gerakan ekonomi, pemikiran dan pendidikan yang berorientasi kebangsaan dan kerakyatan.


Berkaitan dengan pendirian Nahdlatut Tujjar, KH. Hasyim Asy'ari menguraikan tentang problem-problem keumatan yang terkait erat dengan ekonomi. KH. Hasyim Asy'ari kemudian mempelopori dan menuntut kepedulian para ulama, karena merekalah pemimpin dan teladan umat. Apabila basis-basis dan simpul-simpul kemandirian ekonomi tidak dibangun, selain para ulama telah berdosa, bangsa ini juga akan terus terpuruk dalam kemiskinan, kemaksiatan, dan kebodohan akibat dari kuatnya pengaruh kolonial. Sejak awal pendiriannya, Nahdlatut Tujjar telah mengenal dan menerapkan manajemen organisasi modern. Selain itu, konsep investasi usaha juga mengemukakan dalam bentuk sederhana, yang di era sekarang dikenal dengan profit share. Pembagian keuntungan 50% menjadi kesepakatan bersama, tetapi masih boleh dikembalikan untuk memperkuat modal. Dengan begitu, Nahdlatut Tujjar didirikan bukan hanya untuk membangun basis perekonomian para ulama, melainkan menjaga tradisi perdagangan yang sudah ada sejak sebelum datangnya kolonial dan turut menciptakan pasar sendiri di daerah Surabaya, Kediri, dan Jombang. Selain itu, Nahdlatut Tujjar juga memiliki cita-cita ideal untuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kemaksiatan, dan kebodohan.


Konsep Nahdlatut Tujjar merupakan konsep ekonomi mandiri yang dipelopori oleh para pendiri NU. seperti KH. A. Wahab Chasbullah memiliki perusahaan dalam bentuk CV. Karoenia yang bergerak di berbagai jenis usaha, seperti impor sepeda, distribusi beras dan usaha pelayaran dan KH. Achmad Syaikhu, seorang pengusaha sepatu terbesar di Surabaya. Setelah ketiga wadah perkumpulan tersebut melebur menjadi satu dalam NU, semangat Nahdlatut Tujjar (perekonomian) di masa sekarang sudah mulai diterapkan melalui gerakan pemberdayaan ekonomi umat maupun menata amal usaha NU yang pada waktu itu berjumlah sekitar 5.000 koperasi berbadan hukum yang dibuat oleh warga NU atau oleh lembaga NU. Industri kreatif maupun perdagangan berbasis NU juga banyak berkembang misalnya pembuatan batik, sarung, kopiah, mukena, dan aneka produk konsumsi lain. Tak terhitung usaha kreatif pengembangan kemandirian ekonomi dilakukan oleh para aktivis lembaga, lajnah , dan badan otonom NU, maupun warga NU secara umum.